https://idea.gov.bd/

https://revistas.unicerp.edu.br/

Tarik rambut

Tarik rambut

Riana Batubara dari Jakarta Selatan semakin khawatir akan kondisi anaknya, Ezra (6 tahun) yang punya kebiasaan menarik rambut sampai tercabut. Walau anak laki-laki, tak lucu kan, kalau rambut lebat Ezra jadi botak karena terlalu sering ditarik.
    Menurut psikolog, kondisi Ezra ini disebut Trikotilomania (trichotillomania). Para ahli menemukan, kondisi ini adalah gabungan antara kondisi medis dengan kondisi psikologis. Terdapat ketidakseimbangan sel-sel saraf (neurotransmitter) di otak sehingga menyebabkan perilaku berulang-ulang tanpa tujuan jelas. Diperparah dengan adanya kondisi psikologis seperti rasa kurang percaya diri atau depresi. Terkadang bukan hanya rambut yang ditarik, anak juga menggigit kuku atau menjedotkan kepala ke tembok. Menarik rambut kemungkinan besar hanya bagian kecil dari masalah. Biasanya ada masalah yang lebih besar, misalnya rasa cemas yang begitu besar, atau kurangnya rasa percaya diri. Psikolog anak akan membantu menemukan sumber masalah psikologisnya. Terapi psikologisnya terutama untuk mengenali hal-hal apa yang menimbulkan dorongan menarik rambut, dan usaha untuk melakukan hal berbeda agar tidak lagi menarik rambut. Sementara itu, dokter bisa meresepkan obat untuk menyeimbangkan kembali komposisi neurotransmitter dalam otak.
    Semakin cepat diatasi, tentu semakin baik. Tak perlu malu mengakui, daripada terlambat dan lebih menyesal.
Untuk mengatasi ini, ada beberapa hal yang boleh dan tak boleh Anda lakukan:


Boleh

 

Tak boleh

 

Tetap tenang. Jika Anda memperlihatkan kekhawatiran atau kemarahan, ia akan merasa dipersalahkan dan justru semakin cemas sehingga mungkin lebih banyak lagi menarik rambut.

Lebih banyak ngobrol dari hati ke hati dengan anak, sehingga ia merasa lebih tenang dan nyaman bersama Anda.
Tarik napas panjang dan dalam ketika bicara kepadanya, agar Anda juga bisa lebih sabar.

Mempermalukan anak, misalnya dengan mengumumkan kepada orang lain ia seringkali menarik rambut, atau menunjukkan kebotakannya kepada orang lain.

Memaksa anak untuk tak mencabut rambut lagi. Paksaan bisa menyebabkan ia lebih stress.

Memarahi/menghukum ketika ia ketahuan mencabut rambut.

 




PAR 0208

 





Follow Us

angket

Most Popular

Instagram Newsfeed

@parentingindonesia