
Lebih Sehat Makan Kalkun daripada Ayam?

MENDADAK AKRAB DI LIDAH LOKAL
Belakangan ini, budidaya kalkun di Indonesia kian ramai. Kalkun diternakkan untuk dikonsumsi dagingnya dan menjadi hidangan istimewa di banyak resto, kafe, dan hotel terkemuka. Daging kalkun mendadak cocok di lidah lokal yang sebelumnya akrab dengan unggas seperti ayam atau bebek. Daging kalkun ternyata juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
ISTIMEWANYA KALKUN
Daging kalkun diagungkan karena memiliki kandungan gizi yang baik. Bahkan, nutrisi kalkun disebut-sebut lebih baik dari ayam kampung yang jelas-jelas sudah diklaim memiliki kandungan protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah. Benarkah? Protein merupakan sumber nutrisi penting untuk pertumbuhan. Kandungan protein pada dada kalkun mencapai sekitar 49 persen, lebih tinggi dibandingkan dada ayam kampung yang persentasenya sebesar 46 persen. Sedangkan untuk kandungan lemak dan kolesterol, sangat tergantung dari cara pengolahannya. Jika lapisan lemak yang berada di bawah kulitnya sudah dibuang, otomatis kandungan lemak dan kolesterol akan berkurang. Kandungan lemak ayam kalkun berada di kisaran 2 - 4 persen, sedangkan ayam kampung lebih tinggi di kisaran 1 - 6 persen.
Satu porsi (300 g) daging kalkun cukup untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin B3 (niasin) yang berperan dalam mengolah lemak tubuh, membantu menurunkan, serta mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Sedangkan kandungan mineral (kalsium, natrium, dan mangan) tak jauh beda antara kalkun dan ayam kampung alias ayam buras. Agar mendapat khasiat maksimal dari daging kalkun, ada baiknya Anda memilih kalkun yang berasal dari pemeliharaan
secara organik, yang tidak terkena obat-obat kimia dan antibiotika. Pastikan juga Anda selektif dalam memilih klaim organik yang bersertifi kat tepercaya.
Foto : Fotosearch