HOME   KARIER & KELUARGA    TIPS MAMA    TRIK CERDAS    REALITAS    FAMILY LIFE    TANYA DOKTER   SURAT PEMBACA

  Member Baru Lupa Password

Feature
Kesehatan
Belanja
Bayi & Kehamilan


 
Bayi & Kehamilan


Fakta tentang kelekatan

Zaman dahulu, para papa berjalan mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit (sambil harap-harap cemas) menunggu dokter keluar dan mengumumkan lahirnya bayi laki-laki atau perempuan yang sehat. Kepercayaan yang berlaku pada masa itu adalah bulan-bulan dan tahun-tahun awal kehidupan bayi, ia adalah ’milik’ mama. Para papa baru bisa menjalin kelekatan dengan anak begitu si kecil bermain bola atau belajar naik sepeda. Sejak itu, peran papa berubah bayak karena papa ingin tahu atai berharap memiliki peran yang jauh lebih besar sejak bayinya lahir.

Kelekatan bisa (dan seharusnya) terjadi antara papa dan anak. Namun, para papa masih menghadapi sejumlah tantangan yang pernah dihadapi papa dan kakeknya. Memang, pria masa kini menyediakan lebih banyak waktu untuk mengantar pasangan ke dokter, belanja perabotan kamar bayi dan menemani pasangan saat persalinan. Tapi, seringkali mereka harus kembali bekerja beberapa hari sejak kelahiran si kecil. Konsep pria mendapat ’cuti melahirkan’ masih tabu di banyak tempat kerja. Makanya, tidak mengherankan kalau para papa selalu merasa dikucilkan!

Dalam bulan-bulan pertama satu dari sekian banyak hal paling penting untuk Anda perhatikan adalah membantu pasangan terlibat dalam kehidupan bayi. Dari sini, Anda bisa memetik banyak manfaat: Yang pasti, Anda mendapat bantuan ekstra. Semakin banyak waktu yang dihabiskan papa bersama anak, semakin mudah baginya untuk memahami si kecil dan memenuhi keinginan dan kebutuhan si kecil. Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya:

* Biarkan papa membantu
Bukan tabu jika Anda sebenarnya sudah putus asa dan benar-benar butuh bantuan. Masalahnya, tidak peduli seberapa capainya Anda, yakinilah 100% bahwa Anda jauh lebih baik dalam mengurus anak ketimbang pasangan. Alasannya kuat kok: Kebanyaan papa punya pekerjaan lain saat anda cuti melahirkan atau menjadi ibu rumah tangga, sehingga papa kesulitan menyesuaikan diri dengan jadwal-jadwal bayi makan, pup, dan tidur yang selalu berubah-ubah. Jadi, tunjukkan saja tugas-tugas yang paling pas untuknya (mengganti popok, membuat bayi sendawa, menggendongnya), lalu tahan godaan untuk mengomentari atau mengoreksi segala sesuatu yang kacau (ini pasti dilakukan ayah). Lagipula, popok yang terbalik masih lebih baik ketimbang popok yang kotor.

* Oke, kalau cara suami Anda melakukannya beanr-benar payah, Anda boleh memberinya tugas yang paling mudah (percaya deh, ia tidak akan keberatan). Misalnya, ajarkan suami bagaimana cara memakai alat gendong bayi. Menimang-nimang bayi adalah tugas lain yang super mudah. Selain menjatuhkan bayi, ia tidak akan membuatnya serba kacau. Yang pasti, si kecil akan belajar mengenali bau ayah yang kuat dan kekuatan dadanya. Nantinya, papa bisa menggantikan tugas Anda.

* Sering-sering meninggalkan mereka. Ya, Anda tidak salah baca. Maksud kami adalah beberapa hari sekali selama beberapa jam. Kalau Anda tidak melakukannya, bayi Anda akan menganggap tangan Anda yang hangat (dan anggota badan lain) adalah segala-galanya, dan suami Anda tak akan mendapat bagian. Untuk membuat ayah menjadi bagian dalam kelekatan itu, diperlukan waktu khusus papa dan anak. Paling baik sih, ini dilakukan saat ibu tidak ada di sekitarnya. Kalau sulit bagi Anda untuk berpisah, berikan saja bayi pada papanya lalu pergi secepat kilat. Mau tidak mau mereka akan berusaha kompak.
Memastikan suami dan bayi Anda menghabiskan waktu bersama-sama -dan memberi Anda sendiri waktu untuk mengenal si kecil – akan membangun kelekatan yang hanya bisa diimpikan oleh orang-orang di tahun 1970-an tadi.


ARTIKEL LAINNYA :



Haruskah merangkak


3 bulan sudah jalan
 
Dilihat 2035 Kali | 0 Komentar >> 

 
 
Q: Apa pengeluaran paling banyak selama bulan puasa ini?



Baju baru untuk keluarga



Bahan makanan untuk buka + sahur



THR asisten rumah tangga di rumah



Persiapan mudik ke kampung halaman
 









www.parenting.co.id © 2010 Hak Cipta Oleh Parenting Indonesia.
Dilarang menyalin/ mempublikasikan/ mengcopy isi website tanpa izin dari pihak Femina Group.